Senja...
Lukaku masih menganga
Berdarah, penuh nanah
Tiap kali pedihnya menyergapku
Gegas aku berlari padamu
Ya, hanya padamu
Senja...
Semburat jinggamu yang berpendar
Melintas cakrawala
Berpadu dengan sepoi angin
Juga kepakan liar burung-burung elang
Menenggelamkanku pada kedamaian
Yang begitu kurindukan
Ah, senja....
Kesunyian ini begitu erat memelukku
Maka biarkan aku terpejam
Tenggelam di dalamnya
