Selamat Datang, Kawan!

Salam kenal,...
Selamat datang di blog kawanmu ini. Sebuah blog tentang catatan, memori, cerita, curhat kehidupan. Semoga karya-karya sederhana di sini bisa menghibur kawan-kawan. Enjoy this story, Friends. Thanks :D

ATTENTION

Hai, Kawan...
thanks udah mampir ke blog ini. mhn bantuan Kawan-kawan untuk tidak sembarang COPY/PASTE isi blog ini y. bila ingin mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan di blog ini silakan sertakan LINK-nya saja. Arigatou :)

Selasa, 04 Maret 2014

Di Akhir Perjalanan


Dear Kawan,
Saya tidak tahu kapan kalian akan membaca surat ini. Saya juga tak ingin membayangkan apakah kalian bersedia membaca tulisan ini hingga selesai atau tidak. Ketika mulai mengetik kata-kata ini, hanya ada satu yang terbersit di hati. Bahwa saya harus memberitahukannya kepada kalian. Ya, setidaknya di sisa usia yang entah sampai kapan. Saya tidak ingin menyesal ketika ajal menjemput. Apalagi belum tentu saya bisa kembali berjumpa dengan kalian.

Kawanku yang baik,
Satu tahun telah berlalu. Ada banyak hal telah kita lewati. Ada banyak cerita yang telah kita ukir. Orang bisa saja menganggap itu sebuah drama atau telenovela. Namun, saya lebih senang menganggapnya sebagai sebuah pengalaman. Pengalaman yang memberi saya banyak pelajaran berharga.

Bersama kalian, saya belajar menjadi seseorang yang lebih ‘bersahabat’. Sejujurnya, saya bukan tipe orang yang senang mengobrol, bercanda, atau bahkan membicarakan hal-hal sepele. Saya adalah orang yang cenderung mengucilkan diri. Sibuk dengan dunia sendiri. Dunia yang sunyi tanpa tawa. Dunia yang hanya diisi oleh saya dan angan-angan tentang sebuah dunia tanpa perang ataupun pertengkaran.

Namun, perlahan kalian memperkenalkan dunia baru. Dunia yang mengajarkan saya cara tersenyum dari hati. Dunia yang menjadikan saya berpikir lebih praktis, tak rumit seperti yang selama ini terjadi. Dunia penuh warna, tak hanya hitam ataupun putih. Sebuah dunia yang menganggap kesalahan adalah hal wajar bagi setiap insan.

Bersama kalian saya tahu bagaimana cara mengontrol emosi. Saya tahu kapan saat tepat untuk mengeskspresikannya. Ya, meskipun hingga saat ini menejemen emosi saya masih tergolong payah. Nasihat, saran, juga kritik dari kalian adalah anugrah bagi perjalanan meniti impian saya. Kalian juga menyadarkan saya bahwa sesungguhnya sabar tak punya batas. Kita sebagai manusialah yang membatasinya.

Kawanku,
Terima kasih. Betapa banyak yang telah kalian berikan untuk saya. Betapa berharga hari-hari yang saya lalui bersama kalian. Mungkin masa-masa ini tidak akan pernah terulang lagi. Bisa jadi kita tak lagi bersua, bercanda, dan menangis bersama. Walau begitu, kenangan bersama kalian akan menjadi keping berharga yang tersimpan di kotak terindah di hati saya.

Saya sadar, betapa banyak kekurangan dalam diri ini. Betapa saya belum bisa menjadi kawan yang baik untuk kalian, bahkan hingga saat-saat terakhir kita. Betapa keegoisan seringkali menahan saya untuk sekadar menyapa, bertanya apakah hari ini kalian bahagia. Dan, untuk semua itu, saya minta maaf.

Maaf karena sampai detik terakhir perjumpaan, masih saja ada kesalahan yang saya perbuat. Maaf karena belum mampu menjaga lisan ini agar tak menyakiti hati kalian. Maaf karena hati ini terkadang belum begitu lapang menerima curahan hati kalian. Maaf pula karena telinga ini belum cukup terbuka mendengarkan keluh kesah kalian.

Kawanku,
Biarlah saya akhiri surat ini dengan sebaris doa juga harapan. Semoga di manapun berada, kebahagiaan senantiasa menemani hari-hari kalian. Semoga Tuhan senantiasa bersama impian-impian kalian. Semoga senyum senantiasa menghiasi perjalanan kalian. Jangan pernah menyerah, Kawan. Karena menyerah hanya milik mereka yang kalah.

Kawanku,
Takkan ada ucapan selamat tinggal di antara kita karena yang ‘kan kuucapkan hanyalah, “Sampai Jumpa, Kawan.”

Kawanmu selalu,

Dwi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar