Selamat Datang, Kawan!

Salam kenal,...
Selamat datang di blog kawanmu ini. Sebuah blog tentang catatan, memori, cerita, curhat kehidupan. Semoga karya-karya sederhana di sini bisa menghibur kawan-kawan. Enjoy this story, Friends. Thanks :D

ATTENTION

Hai, Kawan...
thanks udah mampir ke blog ini. mhn bantuan Kawan-kawan untuk tidak sembarang COPY/PASTE isi blog ini y. bila ingin mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan di blog ini silakan sertakan LINK-nya saja. Arigatou :)

Jumat, 20 Juli 2012

A Letter For Him



Senja masih setia membiaskan semburat jingganya ketika jari-jariku mulai menari. Coba menyapamu. Apa kabar? Kurasa itu kalimat paling tepat untuk mengawali surat ini. Surat yang sudah lama ingin kutulis untukmu. Namun, egoku selalu saja berhasil mencegahnya. Selalu saja ada suara berdengung di sanubariku, Buat apa kau menulis untuknya? Apa dia akan peduli pada perasaanmu? Lupakan dia! Kau benar-benar bodoh!

Ya, kupikir suara itu benar. Aku bodoh! Tolol karena selama delapan tahun ini hanya memikirkan dirimu. Egois karena tak pernah berpikir tentang perasaan sosok-sosok lain yang berseliweran di sekitarku.

Hanya dirimu.

Tepat sekali! Engkau satu-satunya yang mampu membuatku kehilangan berjuta kata saat kita berjumpa empat tahun lalu. Engkau  yang bisa mengubahku menjadi begitu mudah meneteskan air mata sekaligus tertawa saat mengingatmu. Engkau yang mmebuatku selangkah demi selangkah berusaha memperbaiki diri. Semakin mendekati Allah, Sang Pemilik Jiwaku.

Engkau, ya hanya engkau. Sosok yang tak mungkin bisa kujumpai. Ah, salah! Lebih tepatnya, Allah belum mengizinkanku untuk berjumpa lagi denganmu. Betapa menyakitkannya kenyataan itu. Dan, terasa semakin mengiris sukma ketika kau seolah tak peduli padaku. Sebanyak apapun surat yang akan kukirimkan ke inbox facebook-mu takkan pernah berbalas.

Aku sadar, kita laksana langit dan bumi. Segala yang aku miliki tak memenuhi kualifikasi apapun dalam hidupmu. Duniaku bukanlah duniamu yang sarat nilai-nilai ketuhanan. Duniaku ibarat sirkus alam. Penuh dengan permainan dan kelicikan. Taktik juga ujian.

Aku hanyalah serpihan debu yang ‘kan hilang dihembus sepoinya angin. Diri ini tak lebih dari sekadar pecahan masa lalu yang mungkin t’lah aus dalam memori hatimu. Namun, mengapa jiwaku tak jua memahaminya? Mengapa mengikhlaskanmu seolah mustahil bagiku?

Cinta. Benarkah itu rasaku padamu? Sungguhkah lima huruf itu yang membuatku bertahan delapan tahun ini? Hingga hanya kaulah yang ingin kutemui. Hingga namamulah yang selalu kusisipkan dalam doa-doaku padaNya. Dan, jika memang benar begitulah rasaku padamu, maka jangan biarkan itu mengotori hatimu. Jangan izinkan pertemuan kita tercipta, bila ‘kan menghancurkan hidupmu! Jangan biarkan bayangku hadir meski hanya dalam mimpi-mimpimu, bila itu ‘kan membuatmu menjauh dariNya. Sang Pemilik Cinta Sejati.

Aku mencintaimu dalam diam. Tak masalah delapan, sepuluh, atau bahkan seratus tahun. Biarlah kutanyakan seperti apa hakikatnya cintaku padamu. Dalam hening semesta juga riuhnya cakrawala ini.

Kupersembahkan tulisan ini untuk my Hospital Men: A. Kurnia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar