Rabu,
11 Juli 2012
Sekali
lagi aku terjebak di antara orang-orang yang bicara hanya dengan emosi mereka. Tanpa logika, tanpa rasa saling
menerima ataupun memiliki. Ingin rasanya aku bangkit dari tempat duduk, berlalu
meninggalkan ruang yang beberapa jam lalu masih penuh kedamaian dan canda tawa
ini. Namun, demi melihat tatap sayu penuh keletihan dua sosok di podium terdepan
aku pun urung melangkah. Ya, mereka yang sedari tadi begitu sabar menghadapi rentetan
pertanyaan, sanggahan, bahkan cacian.
Aku
tak pernah tahu bila menyatukan hati begitu merepotkan. Aku juga tak jua mengerti,
mengapa bersikap sportif seolah ‘hantu’ sebagian orang di ruang ini hingga
mereka lebih memilih melawan daripada berkawan untuk sebuah hasil mufakat. Denda,
kontribusi, atau apalah namanya.
Satu hal yang
kupelajari malam ini. Dari sebuah ruangan dengan spanduk bertuliskan ‘Monitoring
dan Evaluasi II SM-3T Aceh Besar 11-13 Juli 2012’. Betapa kita seringkali
begitu dangkal melihat sesuatu. Hingga kita menjadi katak dalam tempurung. Bukan
seorang fotografer yang mampu merekam indahnya hidup lewat lensanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar